Selasa, 06 September 2011

*CerPen BuataN ku *


PERI KECIL PENUNJUK JALAN
               Tisya,adalah panggilan akrab ku , di masa  remaja ku ini aku lebih suka bermain sepeda dan bertualang sendiri. Aku tidak terlalu suka pada keramaian , menurut ku sendiri lebih baik dari pada berdua. Kehidupan ku sangat tercukupi, aku hidup berdua bersama Ayah yang selalu memberikan apa yang ku inginkan,dan membuat ku tidak merasa kekurangan . 
              Tnggal 6 juli , aku dan ayah akan pergi berkemah di Cagar Alam Senat Tnjung, yang terkenal dengan keaneka ragaman flora dn faunanya, kami biasa melakukannya setahun sekali, ya .. untuk sekedar melepas penat dan berkumpul selama liburan tiba. Sepanjang perjalanan ayah sibuk dengan Hpnya .
               ”Emm... aku sedikit kesal dengan sikap ayah, berlibur tapi masih saja ada yang ia kerjakan, ya sudah lah , berkomentar pun tidak akan di dengarnya.Lebih baik duduk manis sambil facebookkan, “Ya gak,..!!”. Lama waktu berlalu ahirnya sampai juga ketempat tujuan kami, karna sudah sore ayah langsung menata barang-barang yang kami bawa tadi.
              Sembari menunggu,  aku merasa aneh pada sebuah pohon besar ,dengan warna daun yang merah  menyala. Malam pun tiba rasa penasaran ku semakin besar dengan adanya cahaya kecil  yang dari tadi mondar-mandir, kesana kemari di pohon besar itu. “Wah ada kunang –kunang ... !!” fikir ku. Diam-diam aku mengambil jaring dan terus berjalan mengikuti benda yang terus mamancarkan cahaya tersebut , serbuk-serbuk aneh yang berkilapan mengiringi langkah ku, segala cara ku lakukan untuk menangkapnya, tetapi tetapsaja gagal.
              Dia terbang lebih cepat, aku pun berlari mengejarnya, “sett..”  tiba-tiba aku terjatuh , ternyata kaki kananku  tersangkut di akar pohon , akupun langsung bangun dan berlari lagi, aku tidak sadar bahwa aku telah kehilangan jejak dari kunang-kunang itu, aku tersesat di hutan yang gelap tanpa ada cahaya sedikit pun.
              Aku terduduk dan menangis , rasa takut membuat ku tidak berani bergerak sama sekali. Baru kali ini aku  merasa membutuhkan seseorang untuk menemani ku. “Ayah..ayah.. !!tolang aku, aku membutuhkan mu... “ teriakku.
              Namun tak seorang pun datang menjemput ku. Tidak lama kemudian cahaya itu muncul , aku berdiri dan berkata” tolong... tolonglah aku,...pertemukan aku dengan  ayahku, aku sangat merindukannya!!” .
              Dia memancarkan sinar keemasan dan berkata, ” ikuti aku ..” aku bejalan mengikutinya. Aku tidak memperdulikan apa dan sipa yang kini aku ikuti. Malam telah larut , aku terus melangkahkan kaki ku hingga terdengar suara ,”Tisya....Tisay... kamu di mana...???”  , sekejab cahaya itu hilang dan aku berlari mengikuti arah suara yang ku dengar, aku melihat banyak sekali orang yang sedang  mencari ku , “ayah....!!” teriakan ku , sambil berlari dan  memeluknya. Aku bersyukur bisa bertemu lagi dengan ayah. Kamipun kembali ke kemah, sesampainya disana aku terus berfikir apa sebenarnya cahaya itu.
              Aku menuju tenda dan tidur dengan nyenyak. Pagi pun tiba , udara dingin dan berembun serta kicawan merdu sang burung menemani ku saat itu.
              “Wah .... Indah dan asri baget ....!!” seru ku. Aku menyiapkan makanan dan membangunkan ayah. Sambil minnum teh , ayah mulai kembali sibuk dengan Hp –nya ,aku kesal dan berkata,”ayah simpan dulu hpnya kita sedang berlibur, plz !!”.Ayah  pun menjawab,”ya.. maaf sayang ayah lupa!”. 
              “Eemmm.... selalu begitu.?” Jawab ku. Kami pun pergi ke danau vulkanik yang berada di daerah cagar alam tersebut, Wah sungguh indah dan menakjubkan .
               Pohon-pohon besar yang tumbuh dengan alami, dan bunga-bunga indah mewarnai  keasrian  hutan tersebut, banyak kelinci liar yang sangat lucu. Sembari menunggu ayah memmancing , aku memetik bunga-bunga dan berlari mengejar kelinci-kelinci lucu itu.
               Ada satu kelinci yang sangat menarik minat ku, tapi  saat kudekati dia malah lari ke dalam hutan, aku berdiri dan berhadapan dengan sebuah pohon unggu, “waw indah sekali...!!”.Aku terkejud melihat sesosok manusia yang berukuran sangat kecil dan memiliki sepasang sayap yang sangat indah, .
 “Lari...!!” teriakan salah satu dari mereka, tiba-tiba saja mereka menghilang. Aku tidak menyangka ternyata cahaya yang ku lihat semalam  adalah seorang peri.
 



  KONSER  IDOLA KU
                Semua orang membicarakan tentangnya, dari penampilanya di panggung , hingga kehidupan pribadinya. Dialah super star, dia yang terbaik menurut ku.  Sabtu malam minggu, tepatnya disaat dia mengadakan konser di kota ku. “ Ria ... kamu daatang kan...!!” tanya Siska kepada ku.
                “ ya tentu saja , aku akan menjadi orang pertama yang datang , hehehe..:)!!” jawab ku . “ Emmm.... kamu ini , aku to serius tau..!!” serunya dengan nada kesal. “ hehehe,, ya..ya aku minta maaf. Entar kita pigi bareng ya..” jawab ku. “ oce deh, jangan  sampek lupa y genk..!! serunya lagi. Aku mengangukan kepala .
               Tiba waktunya , (“Emmm gak sabar nih...!!” ) Aku menggenakan baju, asesoris, sepatu yang warnanya serba unggu. Namanya juga penggemar berat, “ Ya gak..!!”. Aku dan siska berjalan menuju lapangan tempat konser berlangsung.
               Disana sangat ramai banyak orang orang-orang yang mengenakan baju unggu bahkan ada yang membawa sepanduk serta poster yang sangat besar . dan semuanya bagus-bagu. Ternyata bukan aku saja penggemar beratnya, masih banyak orang –orang yang lebih panatik dati pada aku..
               Kami mencari tempat yang dekat dengan paanggung , agar dapat melihat penampilannnya lebih jelas dan secara langsung. Konser pun telah di mulai,  seluruh penonton bersorak kegirangan termasuk kami.  “Wah ini adalah konser terhebat yang pernah kutemui..!!” seru ku dalam hati.
               Tiba-tiba saja  ada seorang pemuda yang melemparkan botol air mineral yang masih ada  isinya ( sebut saja Ardi) , air di botol itu mengenani  Diki , sehingga baju yang ia kenakan basah semua. Dia menuduh orang yang berada di sebelahnya, aksi dorong-dorongan pun terjadi.
               Di tengah berlangsungnya konser , kami terjebak  diantaraa orang – orang yang sedang ricuh. “ Ri.. aku takut .. ge mana nih..!” seru Siska,kepada ku. Aku hanya terdiam dan memikirkan apa yang harus aku lakukan sekarang.
               Lama kelamaan  Keributan semakin menjadi -jadi, kami pun terdorong ke sana ke mari, aku dan Siska  sangat ketakutan , namun kami berusaha untuk tetap tenang,dan menunggu petugas datang untuk menyelamatkaan kami.
               Tidak lama kemudinan  Polisi serta petugas lainnya datang namun kericuhan makin menjadi-jadi, namun kami berhasil diselamatkan,  Kakikiri ku tergores , sedang kan Siska mendapat luka di tangan kanannya.
               “ Wah benar-benar pengalaman yang mengerikan, keinginan yang menyenangkan , malah berakhin menyeramkan, Wah ... kapok kalok gini caranya.!!” Seru ku dalam hati.
               Setibanya kami di rumah sakit, aku dan Siska dimasukan ke ruang  yang sama, setelah di perban kami menunggu orang tua kami datang . Lama waktu berlalu , namun orang tua kami tidak datang –datang jua, akupun tertidur.
               “ ASAtaga.... UuuuuNgggU...!!!! teriakan Siska. Tersontak aku pun terbangun, rasa kantukku hilang seketika ketika melihat kak pasya datang menemui kami.  Ia meminta maaf karna akibat melihat konserny membuat kami seperti ini, ia juga memberikan hadiah ungkapan perminta maafan. Setelah foto bersama , orang tua kami pun datang .
               Walaw sedikit terkejut melihat keadaan kami, tapi  melihat wajah kami yang sangat senang mereda amarah mereka. Kami pun berpamita pulang. Sesampainya di rumah aku masih tidak percaya,” apa ini hanya mimpi Yy!!” tanya ku dalam hati.
               Berkali ku cubit pipiku untuk memastikannya namun masih saja tidak terasa sakit, Wah aku takut ini hanya mimpi, hingga ahirnya ku jedutkan kepalaku, “ AaaDuUH.. hahahaha..!!” ternyata bukan mimpi...:)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar